admin , 10 May 2018
Melatih Profesionalitas Melalui Open House FSRD 2018
Selama tiga hari, 8-9 dan 11 Mei 2018, Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha mengadakan Open House. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memamerkan tugas akhir dan karya desain mereka. Tugas akhir mahasiswa Program Studi S-1 Desain Interior dan D-III Seni Rupa dan Desain dipamerkan di Exhibition Hall Gedung B, sedangkan pameran karya mahasiswa Prodi S-1 Seni Murni dilaksanakan di Gedung B lantai 5, D-III Seni Rupa dan Desain di lantai 6, S-1 Desain Komunikasi Visual di lantai 7, dan Desain Interior di lantai 8. Pembukaan Open House ini berlangsung pada Selasa, 8 Mei 2018 dibuka dengan sambutan dan pengguntingan pita oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Irena Vanessa G., S.T., M.Com. Menurut Irena, acara ini sangat penting, karena peserta pameran tidak hanya mempertanggungjawabkan karya peserta pada dosen, tetapi juga kepada publik. Irena juga menitipkan pesan pada seluruh peserta pameran untuk bersikap profesional. Yosua Tambalean, salah satu peserta pameran dari Program Studi S-1 Desain Interior menceritakan bagaimana proses pembuatan karyanya. Ia mendesain ulang studio musik Purwacaraka yang berlokasi di jalan Bungur. Gaya desain yang ia gunakan adalah Art Decodengan nuansa Bandung, sedangkan tema yang digunakan adalah “Dynamic of Music” atau Musik yang Berdinamika. Pada tahap awal, Yosua dan seluruh peserta pameran interior akan menyurvei tempat yang ingin mereka desain, tetapi tidak menutup kemungkinan apabila ada peserta yang mau membuat interior sendiri bukan mendesain ulang. Setelah survei, mereka akan membuat surat yang ditujukan pada tempat tersebut. Setelah itu mereka akan mendiskusikannya pada dosen pembimbing masing-masing peserta. Tidak menutup kemungkinan desain yang dibuat oleh para peserta pameran interior dapat digunakan oleh perusahaan untuk ke depannya. (vir) sumber : http://news.maranatha.edu/2018/05/09/melatih-profesionalitas-melalui-open-house-fsrd-2018/
admin , 02 May 2018
Makers Talk: Menggali Kreativitas Generasi Muda Melalui Ajang IFCC 2018
Fokus untuk melibatkan generasi muda Indonesia, BPIPI (Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia) mengadakan Indonesian Footwear Creative Competition (IFCC). Pada pencanangan IFCC 2018, BPIPI menggandeng beberapa komunitas dan universitas di beberapa kota yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya melalui kegiatan Makers Talk.Universitas Kristen Maranatha mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah terselenggaranya Makers Talk pada 18 April 2018 di Ruang Teater GAP Lt 8. Kegiatan  ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta dari berbagai komunitas dan produsen alas kaki, serta mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung. Pembicara pada Makers TalkBandung antara lain adalah Tepan Kobain (sutradara video klip), Yuyung Abdi (fotografer senior surat kabar Jawa Pos),  dan Joseph King (founder FabLab Bandung). Tujuan utama  Makers Talk ini diadakan   ini adalah untuk menghadirkan pembicara-pembicara inspiratif dan terkenal akan karyanya dalam bidang masing-masing yang mewakili mewakili profesi desainer, fotografer, dan videografer. IFCC 2018 adalah langkah lebih lanjut BPIPI untuk menargetkan branding alas kaki Indonesia yang berfokus pada generasi muda terutama karena peluang dan potensi jangka panjang populasi Indonesia pada 2025 akan didominasi umur 20-39 tahun sebanyak 30%. Potret segmen inilah yang akan menjadi target  program BPIPI untuk menumbuhkan lokal tenant baru alas kaki dan branding alas kaki lokal.  Tentu segmen ini mempunyai karakteristik unik  sehingga dibutuhkan pendekatan yang kreatif untuk menciptakan ketertarikan profil segmen ini pada industri alas kaki antara lain kecenderungan pada anti arus utama, semangat, quick responds,  peluang menciptakan pasar baru, urban, komunitas berbasis hobi, berbasis media online, dan customized. Terinspirasi dengan generasi muda dengan semua karakteristik uniknya, BPIPI ingin memberikan ruang kreatif yang bebas sehingga membuat ketertarikan generasi muda pada industri alas kaki agar lebih meningkat. Salah satu misi penting BPIPI tercermin melalui 3 pilar organisasi yaitu menjadi leading benchmark pada creative event skala nasional salah satunya adalah Lomba Desain Alas Kaki BPIPI yang sudah mempunyai network internasional salah satunya IFDC (International Footwear Desain Competition). Dengan terus berupaya memberikan ruang kreatif yang lebih luas pada generasi muda, BPIPI melalui IFCC  ingin memperkuat branding BPIPI sebagai salah satu benchmark creative event di Indonesia dengan meluncurkan gabungan dari inti creative footwear competition yaitu design, photography, videography. Mengapa harus design, photography dan videography yang dilombakan? Melihat kecenderungan, trend, hobi dan perkembangan teknologi yang saat ini dan nanti akan dikuasai dan digunakan oleh generasi muda, maka tiga hal di atas tersebut tidak akan bisa lepas dari karakter anak muda. Generasi muda selalu berpikir tentang desain, branding, visualisasi produk maupun service di setiap aktifitas mereka baik secara komersil dan maupun berbasis hobi atau komunitas. Dengan IFCC 2018 ini BPIPI bekerjasama dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain Maranatha ingin mengenalkan lebih dekat tentang alas kaki pada generasi muda bahwa alas kaki itu adalah bagian dari mode, bagian dari perkembangan fashion anak muda. Industri alas kaki diharapkan  bisa menjadi bagian rencana bisnis yang menjanjikan  di masa mendatang dengan bertumbuhnya pelaku industri kreatif sektor alas kaki di Indonesia. (abe) sumber : http://news.maranatha.edu/2018/05/02/makers-talk-menggali-kreativitas-anak-muda-melalui-ajang-ifcc-2018/
admin , 02 Apr 2018
Karya Busana Mahasiswa Maranatha di Panggung Indonesia Fashion Week 2018
Enam orang mahasiswa Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain berkesempatan memamerkan karya di panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2018. Aktif mengikuti berbagai kegiatan pagelaran busana, mengikuti IFW melatih keberanian dalam menampilkan kreasi para desainer muda Maranatha. Sebelum tahun ini, Universitas Kristen Maranatha juga pernah mengirimkan perwakilan desainer dalam Fashion Parade Indonesia Trend Forecasting IFW bersama sekolah fashion lainnya  di tahun 2014 dan 2015. Ini merupakan kesempatan langka.  Bagaimana tidak? IFW merupakan pagelaran busana terbesar di Indonesia. Mahasiswa yang terdiri dari Andriani Putri Permana, Cecilia Agata Purnama, Hana Agnes Melysa Sianturi, Lenny Andriyani, Sonya Widianysfara Purba, dan Tia Erliawati mengisi panggung Exotix Cultural bersama beberapa desainer lainnya seperti Julietteart, Yurita Puji (Gorontalo), Onetwoo by Herman Prasetyo, BI Gorontalo X Nunu Datau, dan masih banyak lagi. Dalam pagelaran busana ini, masing-masing mahasiswa menampilkan empat karya busana. Eksplorasi yang mereka lakukan terinspirasi dari berbagai sumber, yaitu budaya Afrika, Jepang, Batak, budaya populer Amerika, bahkan keunikan ikan di palung dalam Marina dan belalang berkepala dua. Eksplorasi konsep dan teknik yang begitu kreatif menjadi hal yang sangat mencolok pada karya mereka. Maka tidak heran jika karya mereka mampu memikat para penonton. . Dengan tema Cultural Identity kegiatan L’Exploration at Parade 1 Exotic Cultural Indonesia Fashion Week 2018 dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada 1 April 2018. Kegiatan ini digelar oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bersama Rumah Kreatif BUMN (RKB). Keenam mahasiswa terpilih berdasarkan hasil penilaian pada saat sidang akhir Semester Ganjil 2017/2018 lalu. Masukan para akademisi dan praktisi yang menjadi pembimbing, penguji, dan juri dijadikan panduan sehingga karya mereka semakin layak untuk ditampilkan di Indonesia Fashion Week 2018. Bimbingan intensif dalam rangka keikutsertaan mereka di IFW dilakukan oleh Misan Kopaka (perancang busana terkenal asal Bandung, anggota APPMI, dosen tamu dan alumni Universitas Kristen Maranatha) yang juga menjadi salah satu juri pada saat sidang akhir. Diharapkan melalui pengalaman ini, keenam mahasiswa Maranatha yang sudah memberi inspirasi melalui karya di panggung pagelaran busana Indonesia dapat terus merambah dan berkembang sesuai minat mereka masing-masing. Dan mahasiswa D-III Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha angkatan selanjutnya dapat mengikuti jejak senior mereka. (ia/pm) sumber : http://news.maranatha.edu/2018/04/02/karya-busana-mahasiswa-maranatha-di-panggung-indonesia-fashion-week-2018/  
admin , 28 Feb 2018
Partisipasi FSRD di Pencanangan Restorasi Ekosistem DAS Citarum
Begitu banyak inisiatif dari pecinta lingkungan yang memperhatikan dan merindukan perubahan terhadap sungai Citarum. Seperti yang diketahui, saat ini sungai Citarum dalam kondisi tercemar oleh sampah manusia, kotoran hewan, serta limbah pabrik. Untuk itu diadakan acara Pencanangan Restorasi Ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, di situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung. Penyelenggara kegiatan ini adalah Pangdam III Siliwangi bekerja sama dengan Forum Indonesia Peduli Citarum (FIPC ). Pada kegiatan yang dilaksanakan pada 21-23 Februari 2018, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha turut berpartisipasi mendukung program pemerintah Citarum Harum. Dalam kegiatan ini Presiden RI, Jokowi; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya; bersama masyarakat sekitar menanam 1.000 batang pohon untuk hijaukan hulu Citarum. Di bawah tanggung jawab Wakil Dekan II FSRD, Dr. Seriwati Ginting, M.Pd., melakukan pameran bagaimana merevitalisasi sungai Citarum. Dosen FSRD Universitas Kristen Maranatha, Gai Suhardja, Ph.D., juga aktif menggagas bahkan merintis Forum Indonesia Peduli Citarum (Gemricik). (eh/pm) sumber : http://news.maranatha.edu/2018/02/27/partisipasi-fsrd-di-pencanangan-restorasi-ekosistem-das-citarum/
admin , 31 Jan 2018
Kevin Lilliana: “Perbedaan Itu Indah”
Generasi muda adalah sumber inspirasi. Inilah yang sekilas terlihat dalam acara Inspire Award pada Jumat, 26 Januari 2018. Tujuh puluh satu mahasiswa menerima penghargaan dari Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. atas prestasi mereka pada semester ganjil 2017/2018. Acara ini sekaligus merupakan pertemuan awal tahun untuk menandai dimulainya perkuliahan 2018 ini. Hans Kristian, mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam sesi talk show mengungkapkan bahwa prestasinya dalam bidang olahraga basket diraih dengan perjuangan dan kerja keras. Ia harus pandai mengatur waktu di tengah perkuliahan Fakultas Kedokteran yang cukup padat. Sementara itu Alexander Revaldy, mahasiswa Fakultas Teknik yang berprestasi dalam lomba-lomba teknik sipil, membagikan sekilas pengalamannya dalam mengikuti lomba. Hadir juga sebagai narasumber dalam acara ini, Kevin Lilliana, Miss International 2017. Kevin Liliana dalam kesempatan ini menceritakan bagaimana kehidupannya sebagai seorang mahasiswa desain interior di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan pengalamannya berkompetisi di ajang internasional Miss International 2017. Kevin Lilliana, melalui akun instagram @kevinlln tak lama setelah acara tersebut berlangsung, membagikan pengalamannya berkuliah di FSRD Universitas Kristen Maranatha. Dalam postingnya, ia menuliskan mengenai toleransi dan perbedaan, “Di sini, saya belajar banyak mengenai toleransi. Kami berdoa sesuai kepercayaan kami masing-masing ketika mau memulai perkuliahan di setiap awal semester. Kami memberi selamat kepada kaum agama lain yang sedang memperingati hari besarnya masing-masing. Tetap ada rasa kepekaan dan rasa hormat meskipun kami berbeda kepercayaan. Berbagi cerita mengenai kebiasaan budaya setiap kepercayaan yang memang berbeda, tapi kami jadi saling tahu, saling mengerti, dan saling menghargai. Bukankah itu indah? Perbedaan yang kita takuti, justru adalah satu wadah di mana kita bisa menjadi mengenal dan menghargai satu sama lain. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Bhinneka Tunggal Ika. Unity in Diversity“. Melalui acara Inspire Award ini Universitas Kristen Maranatha menunjukkan apresiasinya terhadap para civitas academica yang sangat beragam. Sudah selayaknya para mahasiswa dari berbagai bidang ilmu dapat mengejar mimpinya, berprestasi, menjadi inspirasi dan dapat menyebarkan inspirasi itu di mana pun ia berada. (ins/pm) sumber :http://news.maranatha.edu/2018/01/30/kevin-lilliana-perbedaan-itu-indah/
admin , 14 Dec 2017
Pameran Kolaborasi Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain
Mahasiswa semester akhir Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha tengah disibukan dengan pameran gabungan pada 12-14 Desember 2017 di Exhibition Hall Gedung B Universitas Kristen Maranatha. Sebanyak 12 kelompok mahasiswa semester 7 dari mata kuliah Mayor Desain V kolaborasi Program Studi S-1 Desain Interior dan S-1 Desain Komunikasi Visual membuat karya dengan tema “HospitalMahasiswa ditugaskan untuk membuat desain Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon, dimulai dari logo RS, desain interior lobi, kamar pasien, seragam perawat, maskot, hingga pada hal kecil seperti KOP surat, map Rontgen, kertas resep, dan masih banyak lagi. Selain itu, dalam pameran juga terpampang karya tugas akhir D-III Seni Rupa dan Fashion konsentrasi Fashion Design, tugas akhir mahasiswa S-1 Desain Interior, dan hasil karya dari seluruh Program Studi FSRD. Sebanyak lebih dari 70 karya dipamerkan selama tiga hari dan dibuka dari pukul 09.00-16.00. “Pameran ini cukup menarik, sebagai mahasiswa yang ikut pameran ini, saya merasa bangga karya saya dapat dipajang, tetapi masih merasa kurang puas, karena menurut saya karya saya masih kurang bagus. Setelah pameran ini, saya masih ingin mengeksplor lagi desain dan dapat memperluas lagi kreativitas saya”, sebut Hery Adriyanto, salah satu mahasiswa S-1 Desain Komunikasi Visual yang karya tugas akhirnya dipajang dalam pameran tersebut. Di hari terakhir pameran, pemilik dan direktur RS Sumber Waras, Cirebon datang berkunjung ke area pameran untuk melihat-lihat hasil desain mahasiswa. dr. Wawat Setiamiharja, Direktur RS Sumber Waras mengungkapkan “Hanya ada satu kata, bagus! Bagus dan kreatif. Pameran ini sangat positif dan bisa menjadi masukan untuk kami juga. Mereka memikirkan hal yang kecil sampai ke sisi marketing”. Beliau juga tertarik pada ide maskot yang dibuat oleh mahasiswa yang belum dimiliki sebelumnya. Hal yang sama diungkapkan oleh pemilik RS Sumber Waras, J. Suwanta Sinarya, “Kegiatan ini positif bagi FSRD Maranatha dan merupakan hal yang bagus. Sebaiknya setiap kali ada pameran, dipromosikan keluar agar banyak pihak dari user bisa datang ke sini untuk mengambil manfaatnya dan mereka bisa kembangkan, tetapi tentu dengan aturan dan perjanjian yang jelas.” (vir) sumber: news.maranatha.edu