admin , 02 May 2018

Fokus untuk melibatkan generasi muda Indonesia, BPIPI (Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia) mengadakan Indonesian Footwear Creative Competition (IFCC). Pada pencanangan IFCC 2018, BPIPI menggandeng beberapa komunitas dan universitas di beberapa kota yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya melalui kegiatan Makers Talk.Universitas Kristen Maranatha mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah terselenggaranya Makers Talk pada 18 April 2018 di Ruang Teater GAP Lt 8. Kegiatan  ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta dari berbagai komunitas dan produsen alas kaki, serta mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung. Pembicara pada Makers TalkBandung antara lain adalah Tepan Kobain (sutradara video klip), Yuyung Abdi (fotografer senior surat kabar Jawa Pos),  dan Joseph King (founder FabLab Bandung). Tujuan utama  Makers Talk ini diadakan   ini adalah untuk menghadirkan pembicara-pembicara inspiratif dan terkenal akan karyanya dalam bidang masing-masing yang mewakili mewakili profesi desainer, fotografer, dan videografer.

IFCC 2018 adalah langkah lebih lanjut BPIPI untuk menargetkan branding alas kaki Indonesia yang berfokus pada generasi muda terutama karena peluang dan potensi jangka panjang populasi Indonesia pada 2025 akan didominasi umur 20-39 tahun sebanyak 30%. Potret segmen inilah yang akan menjadi target  program BPIPI untuk menumbuhkan lokal tenant baru alas kaki dan branding alas kaki lokal.  Tentu segmen ini mempunyai karakteristik unik  sehingga dibutuhkan pendekatan yang kreatif untuk menciptakan ketertarikan profil segmen ini pada industri alas kaki antara lain kecenderungan pada anti arus utama, semangat, quick responds,  peluang menciptakan pasar baru, urban, komunitas berbasis hobi, berbasis media online, dan customized.

Terinspirasi dengan generasi muda dengan semua karakteristik uniknya, BPIPI ingin memberikan ruang kreatif yang bebas sehingga membuat ketertarikan generasi muda pada industri alas kaki agar lebih meningkat. Salah satu misi penting BPIPI tercermin melalui 3 pilar organisasi yaitu menjadi leading benchmark pada creative event skala nasional salah satunya adalah Lomba Desain Alas Kaki BPIPI yang sudah mempunyai network internasional salah satunya IFDC (International Footwear Desain Competition). Dengan terus berupaya memberikan ruang kreatif yang lebih luas pada generasi muda, BPIPI melalui IFCC  ingin memperkuat branding BPIPI sebagai salah satu benchmark creative event di Indonesia dengan meluncurkan gabungan dari inti creative footwear competition yaitu design, photography, videography.

Mengapa harus design, photography dan videography yang dilombakan? Melihat kecenderungan, trend, hobi dan perkembangan teknologi yang saat ini dan nanti akan dikuasai dan digunakan oleh generasi muda, maka tiga hal di atas tersebut tidak akan bisa lepas dari karakter anak muda. Generasi muda selalu berpikir tentang desain, branding, visualisasi produk maupun service di setiap aktifitas mereka baik secara komersil dan maupun berbasis hobi atau komunitas. Dengan IFCC 2018 ini BPIPI bekerjasama dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain Maranatha ingin mengenalkan lebih dekat tentang alas kaki pada generasi muda bahwa alas kaki itu adalah bagian dari mode, bagian dari perkembangan fashion anak muda. Industri alas kaki diharapkan  bisa menjadi bagian rencana bisnis yang menjanjikan  di masa mendatang dengan bertumbuhnya pelaku industri kreatif sektor alas kaki di Indonesia. (abe)

sumber : http://news.maranatha.edu/2018/05/02/makers-talk-menggali-kreativitas-anak-muda-melalui-ajang-ifcc-2018/