Unoflatu: dari Bambu hingga Sisik Ikan
Stanislaus Joshua , 03 Jun 2023
Dari puluhan karya yang ditampilkan di Unoflatu: Respirare Iterum, ada 4 yang dijelaskan secara langsung oleh pembuatnya.   "Modular House" Di samping panggung, ada sebuah rumah kecil berdinding bambu. Karya seni ini adalah Modular House karya Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Com. Terinspirasi oleh Gempa Cianjur yang melanda tahun 2022 lalu, Irena membuat sebuah desain rumah yang dapat dengan mudah dilepas-pasang oleh 2 orang saja untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi pengungsi bencana. Tidak hanya dinding, rumah ini juga dilengkapi dengan perabotan ringkas lainnya.   "Sehingga waktu kita mengirimkannya ke pengungsi, mereka punya kursi, tempat tidur, dan dapur sederhana untuk memasak," ujar Irena. Salah satu penonton juga menanggapi bahwa rumah ini dapat digunakan untuk hal selain bencana alam, misalnya tempat isolasi bagi pasien COVID-19. Ternyata, memang betul–desain ini sudah pernah digunakan sebagai tempat isolasi untuk penderita tuberkulosis.   Selain itu, Irena juga menekankan bahwa desainer zaman sekarang perlu mengusahakan agar semua karyanya menjaga kelestarian alam.   "Kami berusaha menggunakan bahan-bahan lokal supaya lebih ramah lingkungan. Kami memakai bambu untuk dindingnya karena mudah didapatkan dan mudah dibentuk."   "It's Time for Another Adventure" Karya berikutnya datang dari seorang istri. Dr. Dra. Christine Claudia Lukman, M.Ds. memiliki seorang suami yang hobi berpetualang: ia dan sepedanya pernah sampai ke puncak Gunung Kilimanjaro!   "[Suami saya] akan memulai petualangan baru di pegunungan Kyrgyzstan dan Kazakhstan."   Lukisan Christine, It's Time for Another Adventure, merayakan berakhirnya pandemi dan kebebasan sang suami untuk "bernapas lagi" di luar rumah.   "DO NOT COMPROMISE: Making Art about Motherhood in the Contemporary Era"   Bagian kedua dari Artist Talk mengundang Naj Phonghanyudh, profesor asisten di Applied Art Studies, Silpakorn University, Thailand. Naj memamerkan beberapa lukisan yang merekam kehidupannya sebagai seorang ibu.   Setelah melahirkan, performa kerja Naj sebagai seniman cukup menurun karena harus merawat putrinya. Untungnya, ia mendapat inspirasi baru: "Kenapa tidak membuat seni yang berkaitan dengan subjek yang hidup dengan saya 24/7?" Alhasil, Naj "melahirkan" sebuah seri lukisan berjudul Mother and Child.   "Sebagian besar karya saya hanya menampilkan anak saya, menekankan sudut pandang saya sebagai seorang ibu," tutur Naj. Sebagai seorang pendukung kesetaraan gender, Naj menutup sesinya dengan sebuah pesan. "Untuk semua seniman dan desainer wanita: saya mendukung kalian untuk melakukan lebih banyak hal."   "Composite Inno-sustain Materials for Fashion"   Mr. Thanakhom Sittiarttakhorn, dosen Department of Fashion Design, memperkenalkan sederet karya yang dibuat oleh mahasiswanya di Silpakorn University. Sebagai bagian dari pendidikan sustainability, mereka ditugaskan mengembangkan material baru untuk fashion. Bahannya beragam, mulai dari sisik ikan, kelopak bunga teratai, hingga karat besi sebagai pewarna tekstil! Mengenai peran pengajar dalam kelestarian alam, Thanakhom berkata: “Penting bagi dosen untuk mengarahkan murid-murid ke jalan yang benar karena masa depan kita bergantung pada mereka.”
Stanislaus Joshua , 03 Jun 2023
Unoflatu: Waktunya Bernapas Lagi!
Udara segar pagi hari di Exhibition Hall Gedung B dihidupkan oleh musik gamelan. Jumat, 2 Juni 2023 ini adalah hari yang spesial untuk FSRD Maranatha karena akhirnya mereka bisa membuka […]
Arif Umar Hamdani , 25 Mar 2023
Bedah Komik Lao Sam: Lasem di 1892
Bedah Komik Lao Sam 1892 diikuti oleh para mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain. Pembuatan karakter dalam cerita ini bahkan memakan waktu hingga 10 tahun
Stanislaus Joshua , 23 Mar 2023
FSRD merayakan Hari Jadi dengan Cara Baru
Ingatkah, apa isi perayaan Dies Natalis Fakultas Seni Rupa dan Desain UK Maranatha di tahun-tahun yang lalu? Mari kita lihat … biasanya, acara utamanya orasi ilmiah. Kali ini, FSRD Maranatha […]
Arif Umar Hamdani , 19 Mar 2023
Inspirasi Pameran Seni dari Tenis Meja. Kok Bisa?
Misalnya di sini, inspirasi pameran seni datang dari permainan tenis meja yang sudah menjadi hobi melekat Sang Seniman terkenal: Setiawan Sabana.
Stanislaus Joshua , 11 Feb 2023
C’est une bonne question! Tanya jawab bersama Emmanuel Lemaire
Banyak insight menarik dari talk show bersama Monsieur Emmanuel Lemaire. Penulis sudah merangkumnya di sini. Selamat membaca! (pertanyaan dan jawaban adalah hasil parafrase dan terjemahan dari bahasa Prancis)   Q: […]
Stanislaus Joshua , 10 Feb 2023
Prancis di Mata Madame Hibou dan Indonesia di Mata Monsieur Manu
Bonjour à Bandung! Fakultas kita kebanjiran tamu internasional, nih! Setelah menjamu tamu dari Keimyung University, Korea, berikutnya ada kunjungan dari Prancis. FSRD Maranatha bekerja sama dengan Institut Français d’Indonésie (IFI) […]
Arif Umar Hamdani , 08 Feb 2023
Emmanuel Lemaire Berkunjung Bersama Karya Epik
Lemaire juga mengaku bahwa ini merupakan pertama kalinya ia berkunjung ke Benua Asia. Semua yang ia saksikan di Indonesia menjadi pengalaman yang menarik. "Saya melihat tiang-tiang listrik di pinggir jalan dan itu sangat menarik bagi saya"
Arif Umar Hamdani , 31 Mei 2023
Budaya Indonesia Mendunia di Guangzhou
Budaya Indonesia memang begitu kaya. Keberagaman ini merupakan ciri khas yang mungkin tidak dimiliki oleh negara lain.
Evan Agustian Lukius , 13 Mei 2023
Desain Interior Maranatha Terakreditasi Internasional AQAS
Program Sarjana Desain Interior Universitas Kristen Maranatha resmi menyandang akreditasi internasional AQAS. Sertifikat akreditasi diterbitkan pada 5 April 2023, dengan masa berlaku akreditasi sampai dengan 30 April 2029. AQAS (Agency […]