FSRD Melawan Buta Huruf Lewat Hari Aksara
Arif Umar Hamdani , 18 Sep 2022
Buta huruf merupakan masalah krusial yang terdapat di berbagai belahan dunia, terutama di Indonesia. Jangankan di wilayah pedesaan, di kota pun masih ada beberapa golongan masyarakat yang tidak bisa membaca. Lewat perayaan Hari Aksara yang dihadiri oleh pihak FSRD, komunitas bahasa, dan pejabat wilayah, diharapkan bahwa tingkat buta huruf bisa diminimalisasi di masa mendatang. Siti Aisyah, selaku Ketua Yayasan Aksara se-Jawa Barat, menyatakan bahwa Hari Aksara tidak hanya merepresentasikan Bahasa Sunda atau bahasa daerah lainnya. Namun, ini merupakan cermin dari tingkat literasi mendunia pada umumnya. "Hari Aksara atau Hari Literasi itu tidak hanya merepresentasikan Bahasa Sunda atau bahasa daerah, tapi juga bahasa-bahasa lainnya secara umum", ucapnya. Ia juga mengatakan bahwa dengan diadakannya acara ini, anak-anak muda dapat terus melestarikan budaya aksara yang ada di Indonesia. Ia sadar bahwa sangat sulit bagi bahasa daerah, terutama Bahasa Sunda untuk "mendapatkan panggung". Maka dari itu, penting sekali untuk diterapkan di dalam berbagai aspek kehidupan. "Aksara kuno itu akan sangat efektif kalau misalnya disatukan dengan berbagai aspek, terutama seni. Makanya, saya berpikir bagus sekali untuk bekerja sama dengan FSRD Maranatha dalam acara iniIni akan menjadi terobosan bagi pihak lain, terutama anak-anak muda," tambanhnya. Selain Siti, acara ini dihadiri juga oleh berbagai pihak. Di antaranya para mahasiswa dari Thailand yang tertarik untuk menyaksikan pameran Hari Aksara di FSRD. "Kami tertarik untuk hadir di acara ini, karena huruf kuno Bahasa Sunda memiliki kesamaan dengan cara penulisan bahasa kami. Ini sangat penting untuk dilestarikan," ujar salah satu dari mereka. Sebuah kebanggan tersendiri, tentunya, mendapatkan tamu mancanegara atas ketertarikan mereka terhadap sistem penulisan kuno Bahasa Sunda. Mereka juga mengaku menikmati rangkaian acara yang berjalan. Memang, pameran ini diisi oleh berbagai orang yang ahli dalam bidangnya, pun pertunjukan-pertunjukan kecil inspiratif. Misalnya, menulis di atas daun lontar. Daun lontar yang telah tersedia, diukir menggunakan pisau Angot--alat khusus yang memiliki ujung bergerigi. Saat dilakukan, memang tulisan tak nampak. Namun, saat diberi warna oleh kemiri cair, tulisan yang telah diukir pun terlihat secara kasat mata. Selain itu, ada pula pertunjukan lainnya, seperti permainan alat musik tradisional dan melukis huruf kuno di kanvas kosong. Acara yang berlangsung selama 2 jam ini memberikan dampak besar bagi dunia luar. Ini menyatakan bahwa tanpa adanya aksara, tak akan ada penemuan lainnya, karena literasi merupakan kunci dari semua ilmu.
Arif Umar Hamdani , 23 Jul 2022
Jessica Armelia: Dari DKV Jadi MPV
Jessica Armelia merupakan salah satu alumni DKV dengan konsentrasi Desain Grafis di Universitas Kristen Maranatha; ia mulai menempuh pendidikan pada tahun 2015 dan selesai pada tahun 2019 lalu. Ia mengatakan […]
Arif Umar Hamdani , 22 Jul 2022
Kemanusiaan dalam Arsitektur
Dalam kegiatan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), beberapa mahasiswa Arsitektur Universitas Kristen Maranatha membentuk sebuah kelompok bernama HUMARS (Humanistic Maranatha Architecture). Tujuan dari kelompok ini adalah untuk melatih mahasiswa yang […]
Stanislaus Joshua , 06 Jul 2022
Inspirasi dari Laut Dibawa ke Fashion Show di Gunung
Ide bisa datang dari mana saja… dan dibawa ke mana saja. Ketiga teman kita dari prodi D-3 Fashion Design mendapatkan momen “eureka! (bukan food court :p)” dari sebuah foto National […]
Arif Umar Hamdani , 29 Jun 2022
Prodi Arsitektur: Proyek Hebat bagi Kemajuan Bangsa!
Opening Ceremony “Pameran Diseminasi Humanity Above All” telah diselenggarakan hari ini, tepatnya pada tanggal 29 Juni 2022 di Lt. 4 Gedung B FSRD. Acara ini diselenggarakan oleh tim HUMARS (Humanity Maranatha Architecture), […]
Arif Umar Hamdani , 29 Jun 2022
Maranatha: Perguruan Tinggi Peringkat 54 Webometrics!
Pada bulan Januari 2022 lalu, Universitas Kristen Maranatha menduduki posisi ke-54 Indonesia Ranking Web of Universities. Dikemukakan oleh Webometrics Ranking of World Universities dan dilansir pula dalam website Maranatha News, bahwa dari […]
Arif Umar Hamdani , 23 Jun 2022
Tren dan Wastra Bersatu: Seminar Nasional IFC dan D3 FSRD
Seminar Nasional Kerja Sama Asosiasi Indonesia antara Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan Program Diploma III Seni Rupa dan Desain telah dilangsungkan pada hari Kamis, 16 Juni 2022 di Exhibition Hall, Universitas […]
Arif Umar Hamdani , 16 Agu 2022
Pentingnya Story Telling dalam Pembuatan Video
Namun, dia mengatakan bahwa aspek terpenting dalam industri ini adalah kemampuan menulis story telling yang baik. Seciamik apapun video yang telah dibuat, jika penyampaian cerita di dalamnya tidak dapat menjangkau hati para audiens, tentu saja percuma.
Arif Umar Hamdani , 08 Agu 2022
FSRD Maranatha Hadirkan Penulis Kreatif di Era Digital
Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha menggelar pelatihan menulis pada Jumat (5/8). Pelatihan ini mengambil tema “Menulis Kreatif di Era Digital” dan diikuti oleh para dosen serta […]
Stanislaus Joshua , 02 Agu 2022
Belajar Memikat Follower via Webinar Asik
Semester genap 2022 udah beres, tapi FSRD Maranatha nggak libur! Waktu luang ini dimanfaatkan untuk ngadain serangkaian workshop seputar pengelolaan media sosial. Acaranya diadakan via Zoom hari Jumat, 29 Juli […]