Dr. Krismanto Kusbiantoro, S.T., M.T.

Profil Diri

Krismanto Kusbiantoro menempuh Pendidikan S1 di Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 1997 dan lulus pada tahun 2001. Kemudian melanjutkan studi di Program Magister Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan dan lulus pada tahun 2003 dengan yudisium Dengan Pujian dan mendapat penghargaan sebagai lulusan magister termuda pada wisuda tahun 2003. Tahun 2003 bekerja di sebuah perusahaan Pengembang Perumahan di Bandung Utara. Sejak tahun 2005 aktif mengajar di Program Studi Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain UK Maranatha. Tahun 2008 melanjutkan studi di Program Doktor Universitas Katolik Parahyangan dan lulus pada tahun 2014. Tahun 2008 mendirikan Pusat Studi Tionghoa Diaspora di Universitas Kristen Maranatha, dan bersama  dengan 7 perguruan tinggi di Indonesia, China dan Jepang serta membentuk konsorsium dan menyelenggarakan International Conference on Chinese Indonesian Studies (ICCIS) sejak tahun 2010. Tahun 2019 menjadi salah satu pendiri Program Studi Arsitektur Fakultas Seni Rupa dan Desain di UK Maranatha. Saat ini aktif sebagai tenaga edukasi, peneliti, dan pembicara di berbagai forum ilmiah baik Nasional maupun Internasional. Bidang yang ditekuni adalah fenomenologi dalam arsitektur, arsitektur Tionghoa diaspora dan juga arsitektur vernacular. Pada tahun 2020 bersama dengan peneliti-peneliti fenomenologi lainnya membentuk Komunitas Fenomenologi Indonesia.

 

Kegiatan Ilmiah

Modernisasi dan Komersialisasi Uma Masyarakat Mentawai

Krismanto Kusbiantoro, Roy Anthonius, Iwan Santosa

2016

Hunian tradisional masyarakat Mentawai yang paling utama adalah uma. Bagi masyarakat Mentawai, uma bukan hanya sebuah rumah tempat tinggal biasa. Uma adalah sebuah pusat kehidupan sekaligus identitas, baik sosial maupun spiritual, dan jati diri masyarakat Mentawai. Uma merupakan bukti keterampilan masyarakat Mentawai dalam pekerjaan pertukangan. Uma dibangun tanpa paku dan hanya menggunakan sistem sambungan silang bertakik dan sistem pasak. Perkembangan jaman dan teknologi yang begitu pesat ternyata berdampak pada gubahan uma yang sedianya dibangun dengan kearifan tektonika arsitektur tradisional, sekarang menampilkan gubahan hibrid dengan tektonika modern dan bahkan bernilai komersial. Fenomena ini menarik untuk diteliti dan dipelajari guna kelestarian nilai kearifan lokal pada uma. Tulisan ini berusaha menjelaskan fenomena di atas melalui deskripsi terhadap 2 bangunan uma suatu suku di Mentawai yang satu diantaranya adalah eks-uma yang sudah ditinggalkan dan satu lagi adalah uma yang saat ini mereka gunakan namun menampilkan gubahan hibrid akibat modernisasi.  Deskipsi akan diungkapkan mencakup dimensi gubahan bentuk, sistem konstruksi, pemilihan material dan pemaknaannya. Pada akhirnya uma lebih dominan merupakan gagasan konseptual daripada entitas fisik. Fungsi dan aktivitas di uma jauh lebih penting daripada gubahan fisiknya. Oleh sebab itu modernisasi dan komersialisasi tidak terhindarkan dan justru menjadi pemberi warna baru dalam gubahan uma yang kontemporer.

 

Kata kunci: uma, Mentawai, modern, hibrid

https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.2

Buku

No. Judul Buku Tahun Jumlah Halaman Penerbit
1 Localizing the Universal Values of Christianity in Local Church Design of Indonesia: towards sustainability” dalam Taylor, Mark (Ed.); Interior Design and Architecture: Critical and Primary Sources Vol. 4;  2013 302  Bloomsbury, London

Kegiatan Pengabdian Masyarakat

No. Judul Pengabdian Tempat Pengabdian Tahun Deskripsi
1
Perancangan Interior Area Mimbar Gereja Baptis Pertama, Bandung
Bandung
2010
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha
2
Perancangan Gereja Katolik St. Bonifasius Leko – Teluk Dalam, Nias Selatan
Nias
2011
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha, Keuskupan Sibolga
3
Perancangan Interior dan Eksterior Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi – Kolhua Kupang, NTT
Kupang
2012
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha, Paroki St. Fransiskus Asisi
4
Perancangan Pastoran Gereja St. Mikhael Waringin, Bandung
Bandung
2013
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha
5
Perancangan Kapel Panti Asuhan Alma, Gunung Sitoli – Nias
Nias
2015
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha, Paroki Salib Suci Nias Barat
6
Perancangan Pastoran Gereja St. Matias, Amandraya – Nias Selatan
Nias
2015
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha, Paroki St. Matias Nias Selatan
Dr. Krismanto Kusbiantoro, S.T., M.T.

630012

NIDN 0422027902


  • krismanto.kusbiantoro@art.maranatha.edu

Profil Diri

Krismanto Kusbiantoro menempuh Pendidikan S1 di Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 1997 dan lulus pada tahun 2001. Kemudian melanjutkan studi di Program Magister Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan dan lulus pada tahun 2003 dengan yudisium Dengan Pujian dan mendapat penghargaan sebagai lulusan magister termuda pada wisuda tahun 2003. Tahun 2003 bekerja di sebuah perusahaan Pengembang Perumahan di Bandung Utara. Sejak tahun 2005 aktif mengajar di Program Studi Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain UK Maranatha. Tahun 2008 melanjutkan studi di Program Doktor Universitas Katolik Parahyangan dan lulus pada tahun 2014. Tahun 2008 mendirikan Pusat Studi Tionghoa Diaspora di Universitas Kristen Maranatha, dan bersama  dengan 7 perguruan tinggi di Indonesia, China dan Jepang serta membentuk konsorsium dan menyelenggarakan International Conference on Chinese Indonesian Studies (ICCIS) sejak tahun 2010. Tahun 2019 menjadi salah satu pendiri Program Studi Arsitektur Fakultas Seni Rupa dan Desain di UK Maranatha. Saat ini aktif sebagai tenaga edukasi, peneliti, dan pembicara di berbagai forum ilmiah baik Nasional maupun Internasional. Bidang yang ditekuni adalah fenomenologi dalam arsitektur, arsitektur Tionghoa diaspora dan juga arsitektur vernacular. Pada tahun 2020 bersama dengan peneliti-peneliti fenomenologi lainnya membentuk Komunitas Fenomenologi Indonesia.

 

Kegiatan Ilmiah

Modernisasi dan Komersialisasi Uma Masyarakat Mentawai

Krismanto Kusbiantoro, Roy Anthonius, Iwan Santosa

2016

Hunian tradisional masyarakat Mentawai yang paling utama adalah uma. Bagi masyarakat Mentawai, uma bukan hanya sebuah rumah tempat tinggal biasa. Uma adalah sebuah pusat kehidupan sekaligus identitas, baik sosial maupun spiritual, dan jati diri masyarakat Mentawai. Uma merupakan bukti keterampilan masyarakat Mentawai dalam pekerjaan pertukangan. Uma dibangun tanpa paku dan hanya menggunakan sistem sambungan silang bertakik dan sistem pasak. Perkembangan jaman dan teknologi yang begitu pesat ternyata berdampak pada gubahan uma yang sedianya dibangun dengan kearifan tektonika arsitektur tradisional, sekarang menampilkan gubahan hibrid dengan tektonika modern dan bahkan bernilai komersial. Fenomena ini menarik untuk diteliti dan dipelajari guna kelestarian nilai kearifan lokal pada uma. Tulisan ini berusaha menjelaskan fenomena di atas melalui deskripsi terhadap 2 bangunan uma suatu suku di Mentawai yang satu diantaranya adalah eks-uma yang sudah ditinggalkan dan satu lagi adalah uma yang saat ini mereka gunakan namun menampilkan gubahan hibrid akibat modernisasi.  Deskipsi akan diungkapkan mencakup dimensi gubahan bentuk, sistem konstruksi, pemilihan material dan pemaknaannya. Pada akhirnya uma lebih dominan merupakan gagasan konseptual daripada entitas fisik. Fungsi dan aktivitas di uma jauh lebih penting daripada gubahan fisiknya. Oleh sebab itu modernisasi dan komersialisasi tidak terhindarkan dan justru menjadi pemberi warna baru dalam gubahan uma yang kontemporer.

 

Kata kunci: uma, Mentawai, modern, hibrid

https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.2

Buku

No. Judul Buku Tahun Jumlah Halaman Penerbit
1 Localizing the Universal Values of Christianity in Local Church Design of Indonesia: towards sustainability” dalam Taylor, Mark (Ed.); Interior Design and Architecture: Critical and Primary Sources Vol. 4;  2013 302  Bloomsbury, London

Kegiatan Pengabdian Masyarakat

No. Judul Pengabdian Tempat Pengabdian Tahun Deskripsi
1
Perancangan Interior Area Mimbar Gereja Baptis Pertama, Bandung
Bandung
2010
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha
2
Perancangan Gereja Katolik St. Bonifasius Leko – Teluk Dalam, Nias Selatan
Nias
2011
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha, Keuskupan Sibolga
3
Perancangan Interior dan Eksterior Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi – Kolhua Kupang, NTT
Kupang
2012
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha, Paroki St. Fransiskus Asisi
4
Perancangan Pastoran Gereja St. Mikhael Waringin, Bandung
Bandung
2013
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha
5
Perancangan Kapel Panti Asuhan Alma, Gunung Sitoli – Nias
Nias
2015
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha, Paroki Salib Suci Nias Barat
6
Perancangan Pastoran Gereja St. Matias, Amandraya – Nias Selatan
Nias
2015
Didanai oleh Universitas Kristen Maranatha, Paroki St. Matias Nias Selatan